Anak CI+BI dalam bahasa aslinya yaitu bahasa inggris lebih dikenal dengan sebutan gifted-talented. Anak gifted mempunyai kemampuan bawaan berupa potensi, yang memerlukan pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis. Anak gifted ini adalah suatu tipikal pelajar yang seringkali dikarakteristikkan sebagai anak yang cerdas, tapi mempunyai problem sekolah. Keadaan ini diikuti oleh perasaan frustrasi, agresif, ceroboh dan sering tidak mampu menyelesaikan tugas. Mereka juga sering membuat suasana kelas menjadi terganggu.
Anak-anak gifted mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Kemampuan di atas rata-rata.
Kemampuan itu mencakup kemampuan umum (berpikir abstrak (Baum, 1984), dapat mengkonseptualisasikan sesuatu dengan cepat, mampu melakukan generalisasi dengan mudah, dan menyukai tantangan untuk memecahkan suatu problem (Barton & Stanes, 1989).
2. Biasanya hobi atau kesukaan mereka adalah hal-hal yang membutuhkan motivasi, tantangan dan perlu pemikiran yang kreatif. Di lingkungan sekolah mereka mengamati banyak hal, sementara prestasi sekolahnya buruk.
Namun ada beberapa kesalah pahaman tentang anak CI+BI:
1. Seringkali dianggap anak nakal dan susah diatur, karena orangtua maupun guru seringkali lebih memfokuskan pada kelemahan si anak, dan sangat sedikit perhatian pada kelebihannya.
2. Pernyataan IQ hanya menyumbang 20% terhadap keberhasilan.
3. Sebutan cerdas dan berbakat istimewa
4. Cerdas vs bodoh
5. Anak gifted dianggap homogen
6. Seringkali diasumsikan sama dengan anak pintar
7. Istilah inklusi dan diskriminasi
Ada perbedaan antara anak pintar dan anak cerdas, yaitu;
1. Anak pintar menjawab pertanyaan dengan benar, sementara orang cerdas mempersoalkan pertanyaan.
2. Anak pintar berminat dengan sesuatu, sementara orang cerdas penasaran dengan sesuatu.
3. Anak pintar menunjukkan perhatian, sementara orang cerdas terlibat secara emosional, fisik dan mental.
4. Anak pintar punya gagasan yang bagus, sementara orang cerdas punya gagasan yang aneh dan konyol.
5. Anak pintar bekerja keras untuk sukses ujian, sementara orang cerdas jarang belajar tapi hasil ujian bagus.
6. Anak pintar pemerhati yang baik, sementara orang cerdas peminat yang kritis dan bawel.
7. Anak pintar mendengarkan dengan penuh minat, sementara orang cerdas menyimak untuk siap berdebat.
8. Anak pintar memahami gagasan orang lain, sementara orang cerdas membentuk gagasan sendiri.
Dalam merencanakan pendidikan bagi anak gifted adalah penting memperhatikan perkembangan dari kemampuan yang menonjol, minat, dan kapasitas intelektual mereka. Dan persoalan kesulitan belajar mereka yang cenderung menjadi permanen, juga sepantasnya menjadi pertimbangan penting untuk mengarahkan dan mendorong mereka untuk menggunakan strategi kompensasi. Jadi kita hendaklah mencari cara untuk mengurangi kesulitan yang mereka alami dengan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Program yang disediakan untuk mereka haruslah difokuskan pada hal-hal yang menjadi kelemahan mereka. Mereka harus dibimbing untuk memahami kelemahan dan kelebihannya lalu diarahkan untuk menyadari cara yang tepat untuk mengurangi kesulitannya dalam belajar, dan sebaliknya memupuk keberbakatanya. Para guru dan orangtua harus membantu anak- anak ini untuk membentuk konsep diri yang realistis dan sehat, di mana mereka dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Mereka harus disadarkan bahwa mereka dapat mengembangkan cara alternatif dalam berpikir dan berkomunikasi, karena mereka dapat belajar sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya. Anak dengan keistimewaan ganda ini membutuhkan kurikulum yang tepat yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mereka akan pendidikan khusus bagi kedua keistimewaan tersebut. Kebutuhan ini berhubungan dengan keberbakatannya dan kelemahan atau kesulitannya yang spesifik (Whitemore, 1981). Dan jangan sampai perlakuan-perlakuan yang diberikan justru menghambat perkembangan dan pengekspresian keberbakatannya.
Tipe anak gifted:
1. Succesful
2. Penantang
3. The Underground
4. The Dropouts
5. The Double Labeled
6. The Outonomous Learner
Macam layanan pendidikan:
1. Content Based Acceleration
2. Grade Based Acceleration
3. Pengayaan dan Pendalaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar